Kehendak Cinta Dan ketika aku memahami engkau adalah api, aku membiarkan diri terpanggang di atasnya Dan ketika aku meyakini engkau adalah hujan, aku membiasakan diri kebasahan Dan ketika aku mengetahui engkau adalah duri, aku membiasakan diri berjalan tanpa alas kaki Dan ketika aku menyadari engkau adalah lautan, aku melubangi perahuku Dan ketika aku mengkehendaki engkau adalah cinta, aku menjatuhkan diri sedalamnya _____ Puisi Mengais Arti Barangkali, di waktu yang tak pasti Senyumanku takkan terlihat lagi Jari-jemariku kehilangan fungsi Dan segala puisiku terbaring lesu tak lagi berarti. Di ruang yang hampa ini Di sudut yang sunyi ini Banyak harap serta mimpi Mengendap di segala sisi Yang tak kunjung mengisi. Cobalah sedikit memahami Perihal air yang menempel di pipi Cobalah sedikit lagi mengerti Bahwa hidup hanya sekali. Tetaplah kau melangkah, agar tak berakhir menjadi puisi yang tak usai mengais arti. _____ Tidak Ada yang Benar-Benar Mencintaim...
Aku mengajakmu untuk merekam segala peristiwa yang terjadi. Sajikan menjadi sebuah cerita!