Langsung ke konten utama

Kehendak Cinta dan Puisi Lainnya - Ongki Rahman


Kehendak Cinta


Dan ketika aku memahami engkau adalah api,

aku membiarkan diri terpanggang di atasnya

Dan ketika aku meyakini engkau adalah hujan,

aku membiasakan diri kebasahan

 

Dan ketika aku mengetahui engkau adalah duri,

aku membiasakan diri berjalan tanpa alas kaki

Dan ketika aku menyadari engkau adalah lautan,

aku melubangi perahuku

Dan ketika aku mengkehendaki engkau adalah cinta,

aku menjatuhkan diri sedalamnya

_____

Puisi Mengais Arti

 

Barangkali, di waktu yang tak pasti

Senyumanku takkan terlihat lagi

Jari-jemariku kehilangan fungsi

Dan segala puisiku terbaring lesu tak lagi berarti.

 

Di ruang yang hampa ini

Di sudut yang sunyi ini

Banyak harap serta mimpi

Mengendap di segala sisi

Yang tak kunjung mengisi.

 

Cobalah sedikit memahami

Perihal air yang menempel di pipi

Cobalah sedikit lagi mengerti

Bahwa hidup hanya sekali.

 

Tetaplah kau melangkah,

agar tak berakhir menjadi puisi

yang tak usai mengais arti.

_____

Tidak Ada yang Benar-Benar Mencintaimu

 

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain malam yang terus menemani cerita pilu

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain ombak yang terus menepi pada dermaga rindu

 

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain langit dengan segala badai yang enggan berlalu

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain angin yang menghembus tak kenal waktu

 

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain bayangan yang menemani selalu

Tak ada yang benar-benar mencintaimu

Selain dirimu sendiri yang membentuk itu

_____

Tentang Cinta

 

Dan jika,

Kamu mencintai langit

Maka, tidak hanya senja dan pelanginya

tetapi juga mendung dan petirnya

 

Dan jika,

Kamu mencintai laut

Maka, tidak hanya flora dan faunanya

tetapi juga karang dan ombaknya

 

Dan jika,

Kamu mencintai malam

Maka, tidak hanya bintang dan ketenangannya

tetapi juga gelap dan sunyinya

 

Dan jika,

Kamu mencintai aku

Maka, tidak hanya cinta dan kasih sayangnya

tetapi juga luka dan kekurangannya

_____

Tentang Kita yang Abadi

 

Mata yang memilih buta

Ingin mengenal hitam penuh cinta

Telinga yang memilih tuli

Agar segala kabar tak merasuki hati

 

Kau yang memiliki segala hak

Pergimu adalah ketakutan paling sesak

Aku adalah sebahagian dari ketiadaan

Hadirmu menjadikannya sebuah kesempurnaan

 

Kita bagaikan huruf yang tengah berserakan

Setiap bentuknya penuh keistimewaan

Akan bermakna ketika menjadi kata-kata

Akan berakhir ketika tak tersentuh pena

 

Semoga kita menjadi seperti pena dan tinta

Menari tanpa henti melahirkan puisi

Yang bait-baitnya berisi jiwa dan cerita Sampai nanti

Ilahi mengamini segala mimpi "Tentang kita yang abadi"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indra Rahayu - Kongkalikong

  Di bawah lampu redup, dalam sangkar yang tergantung di halaman rumah, burung berbulu indah itu tercenung. Menatap gelap langit, cahaya bulan bersembunyi di balik awan malam itu. Hanya terdengar suara kentungan, yang dibunyikan untuk menandai bahwa waktu sudah pukul dua dini hari.   “Esok, aku ingin orang yang memeliharaku hilang ingatan dan lupa bahwa ia memiliki burung yang cantik.” Bergumam, keinginannya untuk mati meluap. Ia tak pernah benar-benar ingin meninggalkan tubuh indahnya. Namun, ironi yang diderita akan lebih indah jika burung itu mati karena dilupakan.   -   Sial, aku terbangun lagi. Aku membenci ketika mataku terbuka di setiap pagi, dan apa yang kulihat dalam terjaga adalah dunia yang berisi orang-orang gila. Cahaya pagi menyuruk, mengampiri mataku. Memaksa untuk beranjak dari tempat tidur. Aku tak mau pergi dari tempat ini, biar debu-debu dari setiap sudut ruangan ini terus kuhirup, aku menunggu sampai benar-benar sesak. Kem u dian,...

Cerita Fantasi: Penyihir Licik - Siti Latifah

Pada suatu hari,  di hutan belantara hiduplah dua penyihir cantik bernama Veni dan Suri, Suri memiliki kekuatan yang begitu besar jauh di atas kemampuan Veni. Suatu hari, Veni menyadari bahwa kekuatannya sangatlah lemah, sehingga dia tidak terima dengan kenyataan itu, dia iri akan kekuatan Suri yang sangat besar dan berniat jahat kepadanya. Suatu hari, Veni mengajak Suri untuk pergi ke gunung untuk menguji kekuatan mereka karena setiap tahun naga mereka akan menguji kekuatan mereka untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penyihir terhebat di dunia, tak disangka Veni telah menyiapkan perangkap untuk Suri di atas gunung adalah sebuah kuali yang bolong dan buku yang salah, sehingga ketika Suri ingin meracik kekuatannya dia akan gagal karena terbuang keluar dari kuali dan gagal mengikuti ujian tersebut. Karena kekuatan Suri lebih hebat dari pada Veni, Suri telah menyadari hal tersebut terlebih dahulu dan diam-diam menambal kuali tersebut dengan kekuatan fantastis dan dia tidak m...

Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 - Anindhia Ramadhani

Suryalaya, (KANSAS).-   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara diseminasi yang bertempat di hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya pada hari Senin, (13/10/2025).  Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X  Bapak Ferdiansyah, SE., MM., Sekretaris Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak  Dr. Ganjar Harimansyah, S.S. M.Hum. dan Ibu Dr. Herawati, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat . Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menguatkan literasi kebahasaan dan kesusastraan guru-guru, dosen, pelajar, dan para pegiat literasi di Kota Tasikmalaya. Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025” membuka pandangan baru tentang pentingnya peran bahasa dan literasi di tengah derasnya arus globalisasi. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Namun, di era digital yang serba cepat, kesadaran masyarakat—terutama generasi muda—terhadap pentingnya literasi...