Langsung ke konten utama

Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 - Anindhia Ramadhani


Suryalaya, (KANSAS).- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara diseminasi yang bertempat di hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya pada hari Senin, (13/10/2025).  Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X Bapak Ferdiansyah, SE., MM., Sekretaris Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak Dr. Ganjar Harimansyah, S.S. M.Hum. dan Ibu Dr. Herawati, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menguatkan literasi kebahasaan dan kesusastraan guru-guru, dosen, pelajar, dan para pegiat literasi di Kota Tasikmalaya.

Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025” membuka pandangan baru tentang pentingnya peran bahasa dan literasi di tengah derasnya arus globalisasi. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Namun, di era digital yang serba cepat, kesadaran masyarakat—terutama generasi muda—terhadap pentingnya literasi dan pelestarian bahasa kian menurun. Oleh karena itu, upaya penguatan literasi dan pembinaan bahasa menjadi tanggung jawab bersama antara lembaga kebahasaan, pemerintah, dan masyarakat.

Pemateri pertama, Bapak Dr. Ganjar Harimansyah, S.S. M.Hum selaku Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menegaskan bahwa lembaga kebahasaan memiliki peran penting dalam melaksanakan kebijakan bahasa yang berlandaskan pada UUD 1945 Pasal 36, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 25–45, serta Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014. Melalui dasar hukum tersebut, bahasa Indonesia diposisikan sebagai bahasa negara yang harus dijunjung tinggi dan digunakan secara benar.

Beliau juga memperkenalkan berbagai produk unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, seperti KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), TBBI (Tata Bahasa Baku Indonesia), EYD (Ejaan yang Disempurnakan), PUPI (Pedoman Umum Pembentukan Istilah), dan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia). Produk-produk tersebut merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga mutu dan keutuhan bahasa Indonesia.

Selain itu, pemateri menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, 778 dialek, dan 43 subdialek, yang mencerminkan kekayaan linguistik luar biasa. Bahkan, upaya internasionalisasi bahasa Indonesia telah mendapat pengakuan dari UNESCO, menandakan bahwa bahasa kita mulai diakui dunia.



Sementara itu, Bapak Ferdiansyah, SE., MM. , anggota Komisi X DPR RI, menyoroti pentingnya implementasi Tigatra Bangun Bahasa, yakni “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.” Prinsip ini menegaskan keseimbangan antara kebanggaan terhadap bahasa nasional, kecintaan pada bahasa daerah, serta kesiapan menghadapi tantangan global.

Beliau juga membahas isu strategis tentang rendahnya minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia. Banyak anak muda lebih tertarik pada media digital singkat daripada buku, sehingga kebiasaan membaca mendalam kian berkurang. Penyebab utamanya adalah rendahnya daya tarik bahan bacaan dan kurangnya dukungan lingkungan literat. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah menciptakan ekosistem literasi yang menarik dan kontekstual, seperti pengembangan bahan bacaan digital interaktif, kegiatan literasi berbasis komunitas, serta peran aktif guru dan orang tua dalam menumbuhkan budaya membaca.



Dari kedua pemateri tersebut, dapat disimpulkan bahwa upaya membangun bangsa yang literat dan berkarakter kuat harus dimulai dari bahasa. Bahasa adalah simbol persatuan dan sarana berpikir kritis. Melalui penguatan lembaga kebahasaan, pelestarian bahasa daerah, serta peningkatan minat baca masyarakat, Indonesia dapat memperkuat identitasnya di tengah persaingan global.

Sebagai generasi muda, kita tidak hanya dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetapi juga untuk menghargai bahasa daerah serta membuka diri terhadap bahasa asing. Dengan begitu, cita-cita Tigatra Bangun Bahasa akan terwujud: bangsa yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing di kancah dunia. (Anindhia Ramadhani)***

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indra Rahayu - Kongkalikong

  Di bawah lampu redup, dalam sangkar yang tergantung di halaman rumah, burung berbulu indah itu tercenung. Menatap gelap langit, cahaya bulan bersembunyi di balik awan malam itu. Hanya terdengar suara kentungan, yang dibunyikan untuk menandai bahwa waktu sudah pukul dua dini hari.   “Esok, aku ingin orang yang memeliharaku hilang ingatan dan lupa bahwa ia memiliki burung yang cantik.” Bergumam, keinginannya untuk mati meluap. Ia tak pernah benar-benar ingin meninggalkan tubuh indahnya. Namun, ironi yang diderita akan lebih indah jika burung itu mati karena dilupakan.   -   Sial, aku terbangun lagi. Aku membenci ketika mataku terbuka di setiap pagi, dan apa yang kulihat dalam terjaga adalah dunia yang berisi orang-orang gila. Cahaya pagi menyuruk, mengampiri mataku. Memaksa untuk beranjak dari tempat tidur. Aku tak mau pergi dari tempat ini, biar debu-debu dari setiap sudut ruangan ini terus kuhirup, aku menunggu sampai benar-benar sesak. Kem u dian,...

Cerita Fantasi: Penyihir Licik - Siti Latifah

Pada suatu hari,  di hutan belantara hiduplah dua penyihir cantik bernama Veni dan Suri, Suri memiliki kekuatan yang begitu besar jauh di atas kemampuan Veni. Suatu hari, Veni menyadari bahwa kekuatannya sangatlah lemah, sehingga dia tidak terima dengan kenyataan itu, dia iri akan kekuatan Suri yang sangat besar dan berniat jahat kepadanya. Suatu hari, Veni mengajak Suri untuk pergi ke gunung untuk menguji kekuatan mereka karena setiap tahun naga mereka akan menguji kekuatan mereka untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penyihir terhebat di dunia, tak disangka Veni telah menyiapkan perangkap untuk Suri di atas gunung adalah sebuah kuali yang bolong dan buku yang salah, sehingga ketika Suri ingin meracik kekuatannya dia akan gagal karena terbuang keluar dari kuali dan gagal mengikuti ujian tersebut. Karena kekuatan Suri lebih hebat dari pada Veni, Suri telah menyadari hal tersebut terlebih dahulu dan diam-diam menambal kuali tersebut dengan kekuatan fantastis dan dia tidak m...