Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

Kutemukan Cahaya Hidupku - Nur Pitri

Hai, namaku Arischa, biasa dipanggil Icha. Aku adalah seorang siswi di SMAN 4 Denpasar, yang merupakan salah satu SMA terbaik di Bali. Dan sekarang, aku kelas XI Mipa-1.   Aku tinggal bersama ayah, bunda dan adikku di sebuah rumah yang besar, karena ayahku adalah pemilik tambang emas terbesar di Bali. Dan kami sekeluarga menganut agama Hindu. Nama adikku adalah Claudia, kami berdua menempuh pendidikan di sekolah yang sama, hanya beda satu tingkat. Adikku itu orangnya baik, cantik, periang, pokonya asyik, deh . Keesokan harinya, aku pulang malam dari bimbel matematika,  tetapi di tengah perjalanan ada gerombolan laki-laki memakai topeng, berbaju hitam dan mengendarai sepeda motor . Sekelompok laki-laki itu menghadangku, aku begitu panik. Aku langsung bergegas lari dari hadapan mereka, namun salah seorang dari penjahat itu menembak kakiku , sehingga aku terjatuh dan tak dapat lari. Aku menahan kesakitan, hingga aku tergeletak pingsan dan tak ingat apa-apa. Yang kuingat hanya...

Hujan dan Puisi Lainnya - Anindia

  Hujan   Hujan yang selalu mengingatkanku kepada dirimu yang aksa Turunnya tirta ke mahitala ini membuat cendana   Gelak riang, canda yang kaukeluarkan dengan berbagai lelucon menciptakan gelak tawa   kauamerta dalam aksara, sastra dan prosaku menjadi tokoh utama yang tak pernah tergantikan oleh siapa pun meski hanya fatamorgana yang tak pernah berakhir  

Bunga Terakhir - Nurul Aulia

N esya murid baru di SMA Kebangsaan, Nesya wanita periang dan ia menjadi populer karena kecantikannya. Banyak lelaki yang tergila-gila pada kecantikannya. Namun, sayangnya dia hanya tertarik pada satu pria yaitu Rendra.   Rendra adalah laki-laki yang tampan dan pintar. Tidak lupa sifat Rendra yang paling disoroti oleh Nesya adalah dingin dan misterius. Banyak wanita yang kagum terhadap Rendra namun sebagian besar enggan mendekatinya karna sifat dingin dan misteriusnya. Berbeda dengan Nesya yang begitu tertarik dengan lelaki kulkas 100 pintu itu.   "Hai kamu Rendra ya? Kenalin aku Nesya, aku di sini murid baru, boleh ya aku berteman dengan kamu? Btw, kamu suka soda ya, aku juga suka soda, minuman favorit kita sama."    "So asik." Suara yang pelan keluar dari mulut Rendra.   "Aku boleh duduk di sini yaa, kelihatannya kamu duduk sendirian." Rendra berpindah tempat duduk karena Nesya yang menghampiri dan duduk di sebelahnya. Nesya tak berkeci...