Hujan
Hujan yang selalu mengingatkanku
kepada dirimu yang aksa
Turunnya tirta ke mahitala ini
membuat cendana
Gelak riang, canda
yang kaukeluarkan
dengan berbagai lelucon
menciptakan gelak tawa
kauamerta dalam aksara, sastra dan prosaku
menjadi tokoh utama
yang tak pernah tergantikan
oleh siapa pun
meski hanya fatamorgana
yang tak pernah berakhir
Stasiun
Pagi hari yang ramai
Semua orang sibuk, berangkat
dari rumah ke stasiun
untuk menaiki kereta
Cerah bagaskara di pagi hari
itu membuat semua orang
terburu-buru untuk berangkat
ke kantor, pergi bekerja
Ada orang di rumah
yang harus mereka nafkahi
Anak yang bekerja
untuk membanggakan kedua orang tuanya.
Lalu kapan stasiun ini berhenti beroperasi?
Duduk diam di perahu rusak
di tepi pantai
Sejuk anila yang berhembus
menyapu ombak. Burung terbang
bersama anila itu.
anila yang selalu membisikan nama mu
ketika gundah gulanaku belum sirna

Komentar
Posting Komentar