Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Ciri-Ciri Kebahasaan Cerita Pendek - Bahasa Indonesia Kelas XI

Kaidah Kebahasaan Cerita Pendek   Keperluan seorang penulis ketika membuat cerpen tidak hanya terfokus pada ide cerita saja. Melainkan, seorang penulis mesti memperhatikan penggunaan bahasa dalam penceritaan. Di tangan seorang penulis, bahasa digunakan sebagai media pengungkapan. Setiap pengarang memiliki ciri khas masing-masing dalam penggunaan bahasa. Seorang pengarang akan menggunakan bahasa sesuai dengan suasana yang ingin diciptakan dalam cerita. Sebuah kata mempunyai dua aspek arti, yaitu denotasi dan konotasi. Denotasi berarti makna atau arti yang menunjuk, sehingga setiap kata yang digunakaan maka sama arti dengan hal yang ditunjuk. Berbeda dengan konotasi merupakan bahasa dengan makna lain di luar arti yang sebenarnya (Satinem dalam Pradopo, 2012). Kompas.com melansir dalam buku Menulis Cerpen Itu Asyik (2023) bahwa cerita pendek memiliki kadiah atau ciri kebahasaan sebagai berikut. Majas Simile atau perbandingan langsung Metafora atau perbandingan tidak lang...

Secangkir Kopi Paling Seksi dan Puisi Lainnya - Indra Rahayu

Bulan Harum Kamboja Bulan kuncup legam Lenyap lalap ilalang Cengkram takdir, pupus hayat Kelumit cahaya adalah angan Mata malam menyingkap awan Angin harum kamboja Bulan mekar tanpa tapi Layu dalam peti, terhuyung mati Geliat Paras Sunyi Daun-daun ranggas berpangku rinai Peluh genang dalam luka  Alunan langkah malam susut  Geliat paras sunyi Regang bising, hilang pandang Hilang nyala, dalam palung Redup santap terang sisa-sisa pagi Kicau burung meninggalkan paruh Lansekap pusara membentang di kepala Harapan terkubur di dalam sana  Secangkir Kopi Paling Seksi Secangkir kopi paling seksi Pagi ini kopi rasa musik jazz Kepul tanggal tua  Dansa telanjang dada  Liuk utang-utang sintal di pangkal lidah Menyesap kopi paling seksi Jam kerja tua renta Gerayang pekat dedak-dedak gaji Menanti perayaan awal bulan yang singkat Matahari Terbit Matahari terbit dari pusar menyusur ke sekat-sekat dada Dalam pejam adalah seorang kembara mengharap bertemu paras-Mu yang kekal Gema t...

Bagian-Bagian penting CV (Curriculum Vitae)

 

Prema dan Puisi Lainnya - Nurul Auliya

Prema Daun menyapu keringnya tanah Karuna datang menjadi asmaraloka Aku berkata "sialan" Benih-benih itu tumbuh Tumbuh tak terduga   Sedang daun lara Berjumpa bersama asmara Namun tak terbalas Aku terdiam, melirik   Kini asmara berubah Hilang terbakar sepi Kasihku masih sama Namun asmaramu sudah berbeda Pergi, menjauh, hilang, tak terlihat Sepertinya aku pun harus lupa Pertemuan dengan akhir lara Kini daun telah menemukan tempatnya Prema Kau Datang ke samudera untuk terbang Kau ingin hidup dengan air, namun kau tak bisa berenang Kau melakukan berbagai cara agar itu terjadi   Air tersipu Menguap terbang ke udara Air berteriak "Bukan ini yang aku mau" Memeluk air Cintamu itu bohong   Kau mengirim surat kepada tuhan untuk menjadi air Bukan salahmu ataupun aku Berjalan di tempat yang tak tahu kapan berakhir Itulah tugasku Berjalan sesuai dengan takdirmu Itulah tugasmu   Kau tak menemukan cintamu...

MENYINGGUNG FIKSI REMAJA - Indra Rahayu

  Gema literasi baca-tulis sudah lama terdengar, tetapi efek dari eksistensinya belum memberikan hasil yang memuaskan. Dilansir kspstkendik.kemendikbud.go.id (2024) menyatakan bahwa skor membaca Indonesia ada pada peringkat 71 dari 77 negara berdasarkan dari Programme for International Student Assessment (PISA). Tentu, dengan angka yang didapat ini, kita tidak dianjurkan untuk berpuas diri. Geliat untuk terus menggaungkan literasi-baca tulis harus terus diupayakan.   Penelusuran sebuah fenomena terkait kegemaran membaca, menyinggung sumber bacaannya. Niat meningkatkan daya literasi khususnya pada remaja yang ingin memulai membaca, perlu sikap adaptif dari para pegiat. Budaya dan perjalanan setiap orang berbeda-beda. Diah Pertiwi & Wati (2022) mengatakan bahwa seseorang dapat meningkatkan daya literasi dengan berlatih.  Jika seseorang belum mampu membaca buku-buku “berat”, maka ia bisa membaca karya sastra ringan atau bacaan yang digemari. Di zaman serba canggih, baca...