Prema
Karuna datang menjadi asmaraloka
Aku berkata "sialan"
Benih-benih itu tumbuh
Tumbuh tak terduga
Sedang daun lara
Berjumpa bersama asmara
Namun tak terbalas
Aku terdiam, melirik
Kini asmara berubah
Hilang terbakar sepi
Kasihku masih sama
Namun asmaramu sudah berbeda
Pergi,
menjauh, hilang, tak terlihat
Sepertinya aku
pun harus lupa
Pertemuan
dengan akhir lara
Kini daun telah menemukan tempatnya
Prema
Kau
Kau ingin hidup dengan air, namun
kau tak bisa berenang
Kau melakukan berbagai cara agar
itu terjadi
Air tersipu
Menguap terbang ke udara
Air berteriak "Bukan ini
yang aku mau"
Memeluk air
Cintamu itu bohong
Kau mengirim surat kepada tuhan untuk menjadi air
Bukan salahmu ataupun aku
Berjalan di tempat yang tak tahu
kapan berakhir
Itulah tugasku
Berjalan sesuai dengan takdirmu
Itulah tugasmu
Kau tak menemukan cintamu
Melainkan egoismu
Apakah Kau Telah Lupa?
Kau mencari sebuah berlian dalam
jutaan pasir
Aku berlian yang telah kau
temukan
Cintamu adalah caramu
Bahan kimia, kau menebarkan itu
"Ini adalah cinta"
desahmu
Aku tak tahan itu
Panas terik, kau menjemurku
"Inilah
cintaku" desahmu lagi-lagi
Aku terbakar
oleh itu
Kau ingin aku
Tetapi aku
juga yang terluka
Apakah kau
telah lupa?
.png)
Komentar
Posting Komentar