Langsung ke konten utama

Prema dan Puisi Lainnya - Nurul Auliya


Prema

Daun menyapu keringnya tanah

Karuna datang menjadi asmaraloka

Aku berkata "sialan"

Benih-benih itu tumbuh

Tumbuh tak terduga

 

Sedang daun lara

Berjumpa bersama asmara

Namun tak terbalas

Aku terdiam, melirik

 

Kini asmara berubah

Hilang terbakar sepi

Kasihku masih sama

Namun asmaramu sudah berbeda


Pergi, menjauh, hilang, tak terlihat

Sepertinya aku pun harus lupa

Pertemuan dengan akhir lara

Kini daun telah menemukan tempatnya

Prema


Kau


Datang ke samudera untuk terbang

Kau ingin hidup dengan air, namun kau tak bisa berenang

Kau melakukan berbagai cara agar itu terjadi

 

Air tersipu

Menguap terbang ke udara

Air berteriak "Bukan ini yang aku mau"

Memeluk air

Cintamu itu bohong

 

Kau mengirim surat kepada tuhan untuk menjadi air

Bukan salahmu ataupun aku

Berjalan di tempat yang tak tahu kapan berakhir

Itulah tugasku

Berjalan sesuai dengan takdirmu

Itulah tugasmu

 

Kau tak menemukan cintamu

Melainkan egoismu 



Apakah Kau Telah Lupa?


Apakah kau telah lupa?

Kau mencari sebuah berlian dalam jutaan pasir

Aku berlian yang telah kau temukan

Cintamu adalah caramu

 

Bahan kimia, kau menebarkan itu

"Ini adalah cinta" desahmu

Aku tak tahan itu

 

Panas terik, kau menjemurku

"Inilah cintaku" desahmu lagi-lagi

Aku terbakar oleh itu

 

Kau ingin aku

Tetapi aku juga yang terluka

Apakah kau telah lupa?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indra Rahayu - Kongkalikong

  Di bawah lampu redup, dalam sangkar yang tergantung di halaman rumah, burung berbulu indah itu tercenung. Menatap gelap langit, cahaya bulan bersembunyi di balik awan malam itu. Hanya terdengar suara kentungan, yang dibunyikan untuk menandai bahwa waktu sudah pukul dua dini hari.   “Esok, aku ingin orang yang memeliharaku hilang ingatan dan lupa bahwa ia memiliki burung yang cantik.” Bergumam, keinginannya untuk mati meluap. Ia tak pernah benar-benar ingin meninggalkan tubuh indahnya. Namun, ironi yang diderita akan lebih indah jika burung itu mati karena dilupakan.   -   Sial, aku terbangun lagi. Aku membenci ketika mataku terbuka di setiap pagi, dan apa yang kulihat dalam terjaga adalah dunia yang berisi orang-orang gila. Cahaya pagi menyuruk, mengampiri mataku. Memaksa untuk beranjak dari tempat tidur. Aku tak mau pergi dari tempat ini, biar debu-debu dari setiap sudut ruangan ini terus kuhirup, aku menunggu sampai benar-benar sesak. Kem u dian,...

Cerita Fantasi: Penyihir Licik - Siti Latifah

Pada suatu hari,  di hutan belantara hiduplah dua penyihir cantik bernama Veni dan Suri, Suri memiliki kekuatan yang begitu besar jauh di atas kemampuan Veni. Suatu hari, Veni menyadari bahwa kekuatannya sangatlah lemah, sehingga dia tidak terima dengan kenyataan itu, dia iri akan kekuatan Suri yang sangat besar dan berniat jahat kepadanya. Suatu hari, Veni mengajak Suri untuk pergi ke gunung untuk menguji kekuatan mereka karena setiap tahun naga mereka akan menguji kekuatan mereka untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penyihir terhebat di dunia, tak disangka Veni telah menyiapkan perangkap untuk Suri di atas gunung adalah sebuah kuali yang bolong dan buku yang salah, sehingga ketika Suri ingin meracik kekuatannya dia akan gagal karena terbuang keluar dari kuali dan gagal mengikuti ujian tersebut. Karena kekuatan Suri lebih hebat dari pada Veni, Suri telah menyadari hal tersebut terlebih dahulu dan diam-diam menambal kuali tersebut dengan kekuatan fantastis dan dia tidak m...

Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 - Anindhia Ramadhani

Suryalaya, (KANSAS).-   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara diseminasi yang bertempat di hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya pada hari Senin, (13/10/2025).  Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X  Bapak Ferdiansyah, SE., MM., Sekretaris Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak  Dr. Ganjar Harimansyah, S.S. M.Hum. dan Ibu Dr. Herawati, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat . Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menguatkan literasi kebahasaan dan kesusastraan guru-guru, dosen, pelajar, dan para pegiat literasi di Kota Tasikmalaya. Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025” membuka pandangan baru tentang pentingnya peran bahasa dan literasi di tengah derasnya arus globalisasi. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Namun, di era digital yang serba cepat, kesadaran masyarakat—terutama generasi muda—terhadap pentingnya literasi...