Langsung ke konten utama

Secangkir Kopi Paling Seksi dan Puisi Lainnya - Indra Rahayu



Bulan Harum Kamboja


Bulan kuncup legam

Lenyap lalap ilalang

Cengkram takdir, pupus hayat

Kelumit cahaya adalah angan


Mata malam menyingkap awan

Angin harum kamboja

Bulan mekar tanpa tapi

Layu dalam peti, terhuyung mati


Geliat Paras Sunyi


Daun-daun ranggas berpangku rinai

Peluh genang dalam luka 

Alunan langkah malam susut 

Geliat paras sunyi

Regang bising, hilang pandang


Hilang nyala, dalam palung

Redup santap terang sisa-sisa pagi

Kicau burung meninggalkan paruh

Lansekap pusara membentang di kepala

Harapan terkubur di dalam sana 


Secangkir Kopi Paling Seksi


Secangkir kopi paling seksi

Pagi ini kopi rasa musik jazz

Kepul tanggal tua 

Dansa telanjang dada 

Liuk utang-utang sintal di pangkal lidah


Menyesap kopi paling seksi

Jam kerja tua renta

Gerayang pekat dedak-dedak gaji

Menanti perayaan awal bulan yang singkat


Matahari Terbit


Matahari terbit dari pusar menyusur ke sekat-sekat dada

Dalam pejam adalah seorang kembara mengharap bertemu paras-Mu yang kekal

Gema tahlil menjuak ke angkasa

Doa menembus dinding-dinding langit berpijak pada bintang-bintang

Hela nafas bersama cahaya menyuruk ke dalam batinmu dan batinku


Di bawah matahari terbit

Embun pagi membubuk nafsu-nafsu

sekeras batu

Melarung hasrat yang aku adalah aku

Menyemai mesti yang aku adalah milik-Mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indra Rahayu - Kongkalikong

  Di bawah lampu redup, dalam sangkar yang tergantung di halaman rumah, burung berbulu indah itu tercenung. Menatap gelap langit, cahaya bulan bersembunyi di balik awan malam itu. Hanya terdengar suara kentungan, yang dibunyikan untuk menandai bahwa waktu sudah pukul dua dini hari.   “Esok, aku ingin orang yang memeliharaku hilang ingatan dan lupa bahwa ia memiliki burung yang cantik.” Bergumam, keinginannya untuk mati meluap. Ia tak pernah benar-benar ingin meninggalkan tubuh indahnya. Namun, ironi yang diderita akan lebih indah jika burung itu mati karena dilupakan.   -   Sial, aku terbangun lagi. Aku membenci ketika mataku terbuka di setiap pagi, dan apa yang kulihat dalam terjaga adalah dunia yang berisi orang-orang gila. Cahaya pagi menyuruk, mengampiri mataku. Memaksa untuk beranjak dari tempat tidur. Aku tak mau pergi dari tempat ini, biar debu-debu dari setiap sudut ruangan ini terus kuhirup, aku menunggu sampai benar-benar sesak. Kem u dian,...

Cerita Fantasi: Penyihir Licik - Siti Latifah

Pada suatu hari,  di hutan belantara hiduplah dua penyihir cantik bernama Veni dan Suri, Suri memiliki kekuatan yang begitu besar jauh di atas kemampuan Veni. Suatu hari, Veni menyadari bahwa kekuatannya sangatlah lemah, sehingga dia tidak terima dengan kenyataan itu, dia iri akan kekuatan Suri yang sangat besar dan berniat jahat kepadanya. Suatu hari, Veni mengajak Suri untuk pergi ke gunung untuk menguji kekuatan mereka karena setiap tahun naga mereka akan menguji kekuatan mereka untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penyihir terhebat di dunia, tak disangka Veni telah menyiapkan perangkap untuk Suri di atas gunung adalah sebuah kuali yang bolong dan buku yang salah, sehingga ketika Suri ingin meracik kekuatannya dia akan gagal karena terbuang keluar dari kuali dan gagal mengikuti ujian tersebut. Karena kekuatan Suri lebih hebat dari pada Veni, Suri telah menyadari hal tersebut terlebih dahulu dan diam-diam menambal kuali tersebut dengan kekuatan fantastis dan dia tidak m...

Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 - Anindhia Ramadhani

Suryalaya, (KANSAS).-   Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara diseminasi yang bertempat di hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya pada hari Senin, (13/10/2025).  Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X  Bapak Ferdiansyah, SE., MM., Sekretaris Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak  Dr. Ganjar Harimansyah, S.S. M.Hum. dan Ibu Dr. Herawati, S.S., M.A. sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat . Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menguatkan literasi kebahasaan dan kesusastraan guru-guru, dosen, pelajar, dan para pegiat literasi di Kota Tasikmalaya. Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025” membuka pandangan baru tentang pentingnya peran bahasa dan literasi di tengah derasnya arus globalisasi. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Namun, di era digital yang serba cepat, kesadaran masyarakat—terutama generasi muda—terhadap pentingnya literasi...