Bulan Harum Kamboja
Bulan kuncup legam
Lenyap lalap ilalang
Cengkram takdir, pupus hayat
Kelumit cahaya adalah angan
Mata malam menyingkap awan
Angin harum kamboja
Bulan mekar tanpa tapi
Layu dalam peti, terhuyung mati
Geliat Paras Sunyi
Daun-daun ranggas berpangku rinai
Peluh genang dalam luka
Alunan langkah malam susut
Geliat paras sunyi
Regang bising, hilang pandang
Hilang nyala, dalam palung
Redup santap terang sisa-sisa pagi
Kicau burung meninggalkan paruh
Lansekap pusara membentang di kepala
Harapan terkubur di dalam sana
Secangkir Kopi Paling Seksi
Secangkir kopi paling seksi
Pagi ini kopi rasa musik jazz
Kepul tanggal tua
Dansa telanjang dada
Liuk utang-utang sintal di pangkal lidah
Menyesap kopi paling seksi
Jam kerja tua renta
Gerayang pekat dedak-dedak gaji
Menanti perayaan awal bulan yang singkat
Matahari Terbit
Matahari terbit dari pusar menyusur ke sekat-sekat dada
Dalam pejam adalah seorang kembara mengharap bertemu paras-Mu yang kekal
Gema tahlil menjuak ke angkasa
Doa menembus dinding-dinding langit berpijak pada bintang-bintang
Hela nafas bersama cahaya menyuruk ke dalam batinmu dan batinku
Di bawah matahari terbit
Embun pagi membubuk nafsu-nafsu
sekeras batu
Melarung hasrat yang aku adalah aku
Menyemai mesti yang aku adalah milik-Mu.

Komentar
Posting Komentar