Dimas dewangga cowok yang terkenal akan ketam-panannya, sifatnya yang dingin pun tidak pernah dekat-dekat dengan cewek.
Kecuali satu gadis yang selalu membuat suasana hatinya senang dan tentram.
saat ini Dimas sedang berada di ruang osis karena dirinya menjabat sebagai ketua osis di SMA PRATAMA PUTRA.
"Kali ini, kamu berbuat apa lagi nay?"
Gadis bernama Nayra malah asik menatap wajah tampan kekasihnya itu,
"cuma telat lima belas menit doang, terus di seret sama temen kamu jadilah aku ketemu kamu lagi di ruang osis ini!" Ucap Nayra dengan wajahnya yang bahagia.
Berbeda dengan dimas yang memijat pangkal hidungnya, merasa pusing dengan kelakuan Nayra yang selalu membuat onar agar bisa bertemu sekaligus berduaan dengannya.
"Jangan di ulangi lagi Nay, kamu udah dapat surat peringatan yang ke dua kalinya, Kamu mau dapat lagi?"
"Enggak, aku begini kan cuma pengen ketemu sama kamu, daripada aku di selingkuhin," ucap Nayra mengecilkan suaranya.
"Selingkuh? Aku selingkuhin kamu?
Kapan?" Dimas kesal dengan ucapan Nayra di hadapannya, menyelingkuhinya?
Berdekatan dengan cewek selain dirinya saja dia ogah, bagaimana mau selingkuh?
"Ya kamu selingkuhin aku sama tumpukkan kertas kertas ga jelas itu, padahal seksian gue! Ckckck ngeselin banget sumpah!" Nayra mencebikkan bibirnya karena pacarnya tidak peka sama sekali.
'Nasib punya cowok dari kutub utara gini nih,' batin Nayra.
"Sini!" Dimas menyuruh Nayra untuk mendekat ke arahnya.
Grep~~~
Dimas membawa Nayra ke dalam dekapannya, kepala Nayra hanya sebatas dada bidangnya saja, tangan kekar Dimas di gunakan untuk mengelus kepala nayra yang super cemburu.
Sama kertas mati saja dirinya cemburu, bagaimana nanti jika Laskar benar benar menyelingkuhinya? Sepertinya hal buruk akan terjadi.
Ceklek
Pintu ruang osis di buka oleh seseorang, dan ternyata itu adalah guru BK yang terkenal akan ke killerannya. Kumis melintang di atas bibirnya, matanya belo', dan kepalanya memiliki rambut di bagian samping dan belakang di bagian tengahnya botak.
"Kalian sedang melakukan apa heh?!"
Dimas melepaskan pelukannya pada Nayra,
sedangkan Nayra menatap kesal pada Pak Udin yang selalu merusak suasana
hatinya. Ya, Pak udin adalah musuh bebuyutannya Nayra.
"Ck, Pak Udin mah ganggu mulu!
Nanti dong datangnya, gangguin orang yang lagi mesra-mesraan aja!" Nayra
mengejek ejek Pak udin, sampai Pak udin memelototkan matanya.
"Apa kamu bilang?!"
"Larii!!!" Nayra berlari keluar dari ruang osis agar selamat dari incaran Pak udin.
"Nayra! Kemari kamu!"
Saat Pak udin mengejar Nayra, Dimas lebih dulu menengahi perdebatan antar usia ini.
"Pak, ini surat rapat osis kemarin tinggal di serahkan ke Bu tresna." Dimas menyodorkan sebuah map di tangannya, seketika Pak udin kembali mendekati Dimas.
"Ini beneran kasih ke Bu tresna?"
"Iya Pak."
Pak Udin tersenyum lebar, "yes ketemu janda muda!" Pak udin segera ngacir pergi meninggalkan Dimas sendirian di ruang osis.
Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya, "mimpi apa ya gue, punya cewek sikapnya beda dari yang lain."
-------
Disisi lain Nayra tertawa lepas saat
sudah berhasil mengejek Pak udin, guru BK yang selalu menjahilinya saat masa
MOS dulu sekarang giliran dirinya lah yang menjahili si Bapak duda killer itu.
"Lagian sih, nyari masalah sama Naynayy, naynay di lawan huh!"
"Nayra! Lo habis dari mana aja? Bolos lagi ya lo?" gadis dengan wajah cantik nan manis itu adalah teman dekat Nayra, Silla beralasan ke toilet namun malah duduk santai di kantin.
Sudah menjadi hal lumrah bagi anak-anak sekolah, yang izinnya ke toilet malah berbelok ke-kantin.
"Gue habis ke ruang osis." balas Nayra, bibir tipisnya itu menyedot minuman kaleng yang di jual di kantin.
"Ngapel pacar lo?"
Nayra mengangguk mantap,
"yoi membuat masalah, lalu bertemu pacar eaak!"
Silla menggelengkan kepalanya tak percaya akan tingkah laku Nayra yang kelewat aneh, "ada-ada aja lo, ntar Dimas kesel sama sikap lo ninggalin lo mau?!"
"Gak lah, lo mah buat orang yang lagi keadaan baik jadi over thinking. Ngeselin lo!" Nayra menepuk pelan punggung Silla, silla menampilkan cengiran bodohnya.
"Yaelah, gue kan ngasih tau. Jaga jaga aja, jangan buat cowok lo lelah sama sikap lo. Ntar di tinggal pergi, nangess..."
"Gue aduin ke cowok lo ya sil, kalau kemarin lo jalan jalan sama cowok alay!"
"Eh! Iya iya, enggak gue ledekin lagi deh. Ampun Nay, bisa berabe gue kalo luffy tau gue jalan jalan ama jamet kemarin."
"Lo sih, jalan kok sama jamet. Yang
cakepan dikit dong!" Nayra dan silla tertawa lepas entah karena apa.
Tak di sangka ternyata Dimas berada di belakang Nayra,
"Nayra? Kamu bolos lagi?"
Tubuh nayra menegang, nayra menolehkan kepalanya saat melihat cowok tampan tepat di belakangnya. Berdiri dan menatap tajam ke arahnya.
"Hehehe, silla nih yang ngajak Nayra bolos!"
"Pala lo peyang! Enak aja lo, enggak Dimas! Bohong banget, gue aja tadi niatnya ke toilet."
"Tapi lo jadinya ke kantin kan? Sama aja bolos dodol!" cecar Nayra, silla tersenyum lalu menggaruk tenguknya yang tak gatal.
"Ketawa aja noh ketawa, kayak orang gila lo ketawa mulu!"
"Nayra. Kamu udah bolos berapa kali?" Dimas kembali bertanya, mengabaikan candaan dari kekasihnya itu.
"Dimas, jangan gitu dong ngomong sama aku. Nanti aku takut, aku aduin ke Mamah ya?"
"Jangan bolos, nanti kamu kena skors mau?"
"Gak mau, nanti aku gak bisa ketemu kamu!"
Silla melihat dua sejoli yang sedang bermesraan itu, memperagakan seolah olah dirinya sedang muntah. "Hadeuh, gue kena racun uwu uwu nih jadi muntah." gumamnya.
"Lo nya aja punya pacar kayak si Luffy, cowok galak gitu lo sukain." "Galak galak, cowok gue tuh!" bela sila.
"Iyain biar cepat,"
"Nay ikut aku!" Dimas menarik tangan nayra agar mengikutinya, silla tertawa saat melihat ekspresi nayra yang kesal.
"Sukurin lo di hukum lagi sama yayang beb! Makan tuh uwu-uwu!"
-------
Nayra dihukum oleh Dimas, membersihkan halaman sekolah yang terlihat kotor akan sampah dari daun kering.
"Huft... Capeknya," lirih Nayra dengan suara yang di besar besarkan agar Dimas tahu kalo dirinya lelah.
Namun dimas tak menggubrisnya, malah di biarkan dan tetap di perhatikan. Baginya walau di sekolah Nayra adalah kekasihnya, hukuman tetap akan berjalan sebagaimana mestinya.
Hubungan mereka berjalan dengan baik, walau banyak tingkah Nayra yang membuat dimas suka migren/ sakit kepala sebelah namun dimas tetap mencintai Nayra, karena Nayra beda dari cewek lain.

Komentar
Posting Komentar