"Itu siapa?" Tanya Freya kepada Evelyn sambil menunjuk cowok yang sedang duduk di pinggir lapangan dan menggunakan headphone di telinganya.
"Oh, itu anak kelas 11 namanya kalo ga salah… Kak Bara Arganata." Jawab Evelyn.
"Oh..." Ucap Freya.
"Cieee, tumben nanya nama cowok, kenapa? Lo suka, ya sama Kak Bara!" Ledek Evelyn.
"Apa, sih, gue cuma nanya." Jawab Freya yang langsung meninggalkan Evelyn.
Freya Alezza adalah siswi
kelas 10 di SMA 1 kota Galaksi. Freya merupakan murid pintar dan rajin di
kelasnya, ia juga berparas cantik serta imut, bahkan beberapa cowok berusaha
mendekati Freya, tetapi Freya yang memiliki rasa takut dengan laki-laki pun
memilih untuk tidak terlalu terbuka dengan laki-laki di sekolahnya.
Freya juga memiliki sahabat yang bernama Evelyn Geovani , mereka berdua dicap sebagai adik kelas tercantik dan terpintar karena mereka benar-benar terlihat sangat berkarisma.
Freya memiliki orang tua yang sekarang sedang bekerja di luar negeri, dan ia memiliki adik laki-laki yang sekarang kelas tujuh SMP. Mereka berdua tinggal di rumah yang cukup besar. Isinya hanya Freya, lalu adiknya yang bernama Dewa, serta pembantunya yang bernama Bi Siti.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, Freya dan Evelyn Langsung bergegas pulang karena mereka ingin rebahan di kamarnya.
"Freya, gue duluan, ya. Sopir gue udah jemput, nih." Ucap Evelyn yang langsung meninggalkan Freya.
"Iya. Hati-hati, ya!" Teriak Freya sambil melambaikan tangannya.
Setiap hari Freya berangkat mengendarai sepeda, walaupun jarak sekolah dan rumahnya cukup jauh. Freya nekat mengendarai sepeda karena ia tidak bisa menggunakan sepeda motor dan tidak ada orang yang mengajarkannya mengendarai sepeda motor. Freya memilih mengendarai sepeda untuk sehari-harinya.
"Go ke parkiran sepeda!" Ucap Freya bersemangat.
Hari sial tidak ada yang tahu, saat Freya tiba di parkiran sepeda nya, ia pun sangat syok karena sepeda yang biasa ia pakai sudah tidak ada di parkiran tersebut. "se… sepeda! Sepeda Freyaa hilang!" Teriak Freya, tetapi sudah tidak ada lagi orang di sana.
Freya kesal karena sepedanya hilang. Bukan masalah harga, tetapi ia bingung harus naik apa agar bisa pulang ke rumah.
"H… hp. Nah, pesan taksi online aja, untung Freya pintar." Ucap Freya yang langsung membuka telepon genggamnya.
Saat dibuka, nasib sial Freya tidak selesai sampai di situ. Telepon genggamnya kehabisan daya, sehingga ia tidak bisa menghubungi siapa pun. "Astaga kenapa harus mati, sih! Mau nangis." Gumam Freya yang benar-benar putus asa.
Mau bagaimana lagi, Freya pun terpaksa harus berjalan kaki pulang ke rumahnya karena hari sudah mulai mendung.
"Ta… takut. Semoga tidak ada orang yang mengganggu Freya, ya Tuhan, amin." Gumam Freya yang ketakutan.
Lagi lagi Freya sial. Saat di pertengahan jalan, tiba-tiba hujan deras pun membasahi tubuh Freya.
"Sial banget ini, ya, Tuhan, takut Freya kalo begini terus," Tangis Freya yang sudah meneduh di halte terdekat dari sana.
Saat Freya sedang berteduh, tiba-tiba ada pengendara motor yang juga ikut berteduh di halte. "Ja… jangan panik. Frey lo jangan lemah cuma gara-gara ada cowok di deket lo." Gumam Freya yang menyemangati dirinya sendiri. Cowok tersebut pun sekarang berada di samping Freya.
"Ta… tapi seragam cowok itu sama kaya punya gue. Ja… jangan-jangan kita satu sekolah. Fix, fix benar ini seragam sekolah gue. Pasti ini cowok kayaknya kakak kelas gue." Gumam Freya sambil memeluk tasnya karena Freya merasa kedinginan.
Setelah menunggu satu jam,
akhirnya hujan pun reda, Freya langsung bergegas melanjutkan perjalanannya begitu
pun cowok tersebut.
"Em, kayaknya itu yang namanya Freya, deh. Dia kan populer banget di anak kelas 10, tapi bomat, deh." Ucap batin cowok tersebut.
"Tapi kayaknya dia kedinginan. Apa gue kasih hoodie gue aja? Eh, jangan, deh. Nanti gue disangka caper." Ucap batin cowok tersebut.
Hujan telah reda
"Akhirnya reda, sore kaya gini si Freya gak ada yang jemput? Apa emang biasanya dia jalan kaki?" Ucap batin cowok tersebut.
"Gak, secuek-cueknya gue
sama cewek, kali ini kayaknya harus kawal Freya, deh. Apalagi langit sudah mau
gelap. Gue takut nanti kenapa-kenapa, tuh cewek." Gumam batin cowok
tersebut.
"Akhirnya hujan reda, gue harus cepet-cepet pulang sebelum malam." Gumam Freya yang langsung meninggalkan tempat tersebut.
Saat di jalan baru beberapa menit, Freya diganggu oleh preman preman yang sedang mabuk.
"Eh, neng cantik, mau ke mana, nih?" Goda preman tersebut.
Freya hanya diam, rasa takutnya pun meronta-ronta, karena ini lah yang selama ini Freya takut kan kalo ada laki-laki. "Eits, sombong banget, sih. Cantik-cantik sombong." Ucap lagi preman tersebut.
Freya hampir digerayangi oleh preman tersebut, tetapi Freya selalu menghindar.
"To… tolong-tolong!" Teriak Freya tetapi di jalan tersebut tidak ada orang satu pun.
"Teriak saja yang kencang, di sini sepi, loh." Ucap preman tersebut.
Saat Freya sedang diganggu, tiba-tiba ada cowok yang tadi berteduh bersama Freya langsung menolongnya. "Freya!" Teriak cowok tersebut.
Freya yang mendengar pun langsung berlari ke arah cowok tersebut.
"Tolong Freya." Tangis Freya yang ketakutan.
Cowok tersebut pun langsung berkelahi melawan dua preman tersebut. Karena preman tersebut sedang mabuk, cowo itu berhasil mengalahkannya dengan mudah.
"Ayo naik!" Ajak cowok tersebut yang menyuruh Freya naik ke motornya.
Saat di perjalanan cowok tersebut merasakan getaran ketakutan dari tangan Freya. "Lo gapapa?" Tanya cowok tersebut.
"Ta… takut" jawab Freya yang suaranya bergetar.
"Rumah lo di mana?" Tanya cowok tersebut.
Freya pun langsung memberitahu alamatnya. Setelah beberapa menit, akhirnya Freya pun sampai di rumahnya. "Ma… makasih banyak," ucap Freya yang sudah lumayan tenang.
"Sama-sama." Jawab cowok tersebut dan langsung membuka helmnya.
"Kak Bara?" Ucap Freya yang terkejut karena Baralah yang telah menolongnya.
"Lah, kok bisa tahu nama gue?" Ucap batin bara yang terkejut karena cewek populer di sekolah nya bisa mengenal namanya.
"Eh, iya. Freya, kan?" Jawab Bara.
"Kak Bara, astaga maaf banget kakak jadi luka. Itu kak, dekat bibir kakak lebam, kena pukulan tadi." Ucap Freya yang merasa bersalah.
"Iya, benar ini bekas yang tadi, tapi gapapalah cuma sedikit." Jawab Bara.
"Gak! Gabisa, Kak! Kakak ke rumah aku dulu, di dalem ada bibi, nanti aku obati, Kak!" Ucap Freya.
"Engga, gapapaa Freya ini luka kecil doang," jawab bara.
"Ga boleh ka, luka kecil lama lama jadi gede gimana!? Ayo buruan masuk!" Ucap Freya yang memaksa dan menarik baju bara.
"Lucu juga ternyata ni cewek" ucap batin bara.
Freya dan bara pun langsung masuk ke rumah tersebut.
"Bibi! Bawa kotak P3K, Bi. Buruan!" Teriak Freya, dan bibi pun langsung datang ke ruang tamu.
"Astaga, Non. Itu siapa, Non? Kenapa kok lebam-lebam mukanya?" Ucap bibi yang panik.
"Suttt… nanti saja, Bi, tanyanya. Sekarang tugas bibi obati luka ka Bara!" Ucap Freya.
Bibi pun langsung menuruti perintah Freya, sedangkan Freya membuatkan teh manis panas untuk bara.
Setelah diobati, Bara pun berterima kasih kepada bibi dan Freya.
"Makasih banyak Freya, bibi juga." Ucap bara.
"Sama-sama, Kak. Terima kasih juga ya, Kak." Ucap Freya.
"Iya, kayaknya bara pamit dulu deh, udah malam juga nih" jawab bara.
"I… iya, Kak. Hati-hati, ya!" Ucap Freya.
Freya pun langsung pergi ke kamar nya.
Setelah kejadian tersebut, Bara cowok yang dikenal cuek, dan Freya yang dikenal anti cowok pun mereka berdua ternyata memiliki rasa suka.
Setiap bulannya hubungan mereka memiliki kemajuan yang sangat baik, dari mereka menukar nomor telefon nya, dan sampai mereka selalu berangkat dan pulang bareng saat sekolah.
Anak sekolah mereka sangat curiga dengan kedekatan mereka berdua, dan beberapa dari merek pun ngeship hubungan bara dengan Freya, karena mereka di bilang pasangan yang sangat serasi dan cocok.
"Frey," ucap bara saat mengantar Freya ke rumahnya.
"Iya ka?" Tanya freya.
"Kamu tahu rumor dari anak sekolah ga tentang hubungan kita?" Tanya bara.
"Emm tau ka," jawab Freya yang detak jantung nya berdebar kencang.
"Kamu risih?" Tanya bara.
"Engga, Kak." Jawab Freya.
"Yakin?" Tanya bara.
"Yakin, Kak!" Jawab Freya.
"Kalo rumor kita jadian itu benar gimana?" Tanya bara yang langsung menghentikan motornya karena sudah sampai di depan rumah Freya.
"Ma… maksud kakak?" Tanya freya.
"Kita jadian? Gimana menurut Kamu," tanya bara.
"Kakak nembak aku?" Tanya freya yang minta kejelasan.
"Kalo iya gimana? Lagian kita udah kenal satu semester ini, kan? Dari semenjak kejadian itu," jawab bara.
"Em, a... aku ga mau ka," jawab Freya.
"Ga mau?" Tanya bara yang sudah mulai sakit hati mendengar jawaban Freya.
"Iya ga mau, ga mau nolak maksudnya. " Jawab Freya yang meledek bara.
"Astaga, Freya! Kamu bikin aku deg-degan." Ucap bara yang jadi full smile sambil tap tap kepala freya.
"Panik banget si ka muka nya," jawab Freya meledek bara.
"Hufft, kamu bikin panik," ucap bara.
Akhirnya, mereka berdua pun jadian setelah hampir satu tahun kenal. Semenjak kejadian itu mereka menjadi dekat, dan baru beberapa hari mereka pacaran, satu sekolah pun sudah tahu hubungan mereka berdua. Karena Evelyn sahabat Freya yang langsung menyebarkan rumor tersebut.
Komentar
Posting Komentar