Saat Sisil sedang membuat
video random, tiba-tiba ada teman
Sisil yang bernama Risma menepuk pundak Sisil yang mengisyaratkan sesuatu.
"Sil, sumpah, Sil," ucap Risma
yang menepuk pundak Sisil.
"Ih, apa sih, Ma, gue lagi bikin video!"
Jawab Sisil dengan kesal.
"Lo liat dulu buruan
itu ada si Aa baru datang!"
Ucap Risma.
Ya, ternyata yang datang adalah crush Sisil yang bernama Artan Bimantara atau Aa (nama panggilan spesial dari Sisil).
Sisil yang sedang fokus vlog pun langsung melihat ke arah
pintu kelas tersebut.
"Eh, sumpah-sumpah dia sekolah, tumben banget, please," ucap Sisil yang bisik-bisik ke Risma karena jarak Sisil dengan cowok hanya 10 langkah.
"Di… dia liat kesini! Cool, Sil, cooll!" Ucap Risma.
Sisil pun langsung salting karena pagi-pagi sudah eye
contact dengan cowok itu,
tubuh keringat dingin padahal hanya saling
tatap yang bahkan enggak sampai tiga detik.
"Huh hah huh hah"
Sisil yang mengatur nafasnya.
Saat Sisil dan Risma sedang
berusaha cool karena ada orang
yang disukainya, tiba-tiba ada teman Sisil lagi yang baru datang
ke kelas.
"Eh, eh, kenapa pada diam-diaman begini? So
cool banget, deh. Tumben." Ucap tari yang langsung duduk di belakang Sisil dan
Risma.
"Sut, si Sisil baru lihat si Artan lagi setelah sekian lama dia
bolos!" Jawab Risma bisik-bisik ke tari.
"Haha, pantas bocah itu tiba-tiba jadi cool, ternyata ada
crush, toh." Ucap tari.
Bel sekolah pun berbunyi,
mereka langsung mulai belajar dengan serius karena sebentar lagi mereka akan
menghadapi ujian sekolah untuk menambah nilai agar mereka masuk ke universitas
yang diinginkan.
*
Sisil sudah lama menyukai
Artan sejak ia masih duduk di kelas delapa SMP, dan entah takdir seperti apa yang membuat
mereka sekelas dari SMP hingga mereka SMA.
Karena Sisil berzodiak capricorn yang memiliki gengsi setinggi
langit bahkan lebih tinggi lagi, ia tidak pernah confes ke Artan. Dan Artan yang berzodiak libra juga sangat susah
untuk peka dengan hal tersebut.
Teman temannya Sisil juga
sudah menyuruh Sisil untuk confes, tetapi Sisil tetap tidak ingin confes
apa pun yang terjadi, Sisil sangat menyukai Artan sampai setiap cowok yang
mendekati Sisil selalu di tolak mentah-mentah dengan alasan yang basi, yaitu "ingin fokus belajar",
padahal Sisil tidak pernah serius dalam belajar.
Namun, entah Artan itu
memang tidak menyukai Sisil atau emang Artan tidak tahu kalo Sisil suka sekali
dengan Artan.
Suatu saat Sisil sedang live Instagram dan tiba-tiba Artan join live dan langsung meminta Sisil
agar live bersama dengannya.
"Please, ini beneran?! Huft, please jangan panik cooll, Sil, cool!" Ucap Sisil yang menahan rasa
baper.
Alhasil, Sisil dan Artan pun live bersama
hingga 30 menit tanpa berbicara sedikit pun, kok bisa? Karena Artan saat itu
sedang nongkrong dengan teman-teman nya di cafe yang sedang live music sehingga tidak terdengar sama
sekali Sisil berbicara apa. Banyak juga teman Sisil yang komen di live tersebut dengan senang karena Sisil
bisa live dengan cowok yang
disukainya.
"Yah, keluar." Ucap Sisil yang melihat kalo Artan sudah tidak live lagi dengannya.
"It's okay”
mungkin Artan memang sibuk main dengantemannya." Ucap batin Sisil karena Artan tanpa
berbicara apa pun langsung keluar dari live-nya.
Selalu aja ada kejadian dan
perlakuan Artan yang membuat Sisil baper
yang membuat Sisil semakin suka pada Artan.
Namun, kenapa Artan tidak
pernah sama sekali memberikan feedback
ke Sisil, seharusnya dengan kejadian yang membuat mereka bareng, Artan sudah peka.
Walaupun pertemuan Sisil
dan Artan sudah hampir lima
tahun, Artan dan Sisil tidak memiliki nomor telepon satu sama lain.
Sisil yang memiliki gengsi
tinggi, dan Artan yang tidak peka sama sekali membuat tidak ada kemajuan sedikit
pun saat Sisil menyukai Artan.
Teman-temannya, yaitu Risma dan tari yang mengetahui kalo
Sisil sudah hampir menyukai Artan lima tahun pun langsung memojokkan Sisil untuk confes ke Artan.
"Lu mau gini-gini aja, Sil? Buruan confes
siapa tahu diterima." Ucap Risma.
"Betul, tuh. Selama ini lu sama dia selalu saja ada kejadian yang bikin kalian bareng, mana
mungkin enggak ada perasaan ke lu si
Artan itu." Sambung Tari.
"Setuju! Apalagi Artan itu enggak pernah sama sekali mengobrol sama cewek, apalagi live bareng,
terus enggak pernah lihat cewek berlebihan kalo bukan cuma ke
lu, Sil! Yakin,
Sil. Gua bantu!" Ucap
Risma yang menyemangati Sisil.
"Ah… enggak, please gua enggak mau, malu kalo ditolak, gua kan cewek, huhu."
Jawab Sisil yang pasrah.
"Masa enggak berani ayo dong, Sil!" Ucap tari sambil berdecik.
"Gimana, kalau confes-nya
lewat gua? Nanti gua chat dia dan gua bakalan ngasih tahu perasaan Lo ke dia." ucap Risma.
"Bener! Kalo gitu kan
Lo enggak bakal malu-malu banget, Sil." Ucap Tari.
"Malu, sama aja dong dia tahu
kalo gua yang confes ke dia." Jawab Sisil dengan geregetan.
"Eits, gini, gua bilang kalo Lo ga tahu kalo gua bilang ke si
Artan, ngerti enggak? Jadi kayak Lo pura-pura enggak tahu kalo si Artan udah tahu kalo Lo suka sama dia." Ucap Risma yang masih berusaha.
Sisil yang pasrah pun hanya
mengiyakan saja ucapan dari teman-temannya tersebut. Hingga hari berikutnya
Risma memberitahu tentang hasil confes
tersebut.
"Sil... ." ucap Risma
baru datang ke kelas dan langsung duduk di samping Sisil.
"Ditolak, kan. " Jawab Sisil yang sudah tahu kalo Risma ingin memberi tahu tentang confes tersebut.
"E… enggak, enggak ditolak cuma memang dia lagi enggak mau pacaran, Sil." Ucap Risma yang
menenangkan Sisil.
Saat Risma dan Sisil sedang
berbincang, datanglah Tari yang langsung ikut gabung dengan
keduanya.
"Ada apa ini?" Ucap tari.
"Kayaknya memang gua enggak pantas sama siapa pun." Jawab Sisil yang langsung sedih.
"Enggak begitu, Sil, Lo jangan
sedih nanti gua jadi merasa bersalah banget." Ucap Risma penuh rasa iba.
"Sut, kenapa haru sedih, Sil? Lo
seharusnya puas karena Lo sekarang udah tahu perasaan dia ke Lo, walaupun
hasilnya enggak sesuai ekspektasi, yang penting Lo udah ga harus nunggu nunggu dia lagi, yang cuma
bisa baperin Lo terus menghilang gitu aja!" Ucap tari panjang lebar.
"Ya, sudah, makasih ya Tari, Risma karena Lo udah bantu gua." ucap Sisil yang masih termenung.
"Pokoknya biar Lo enggak sedih lagi, nanti pulang sekolah kita belanja ke mall! Gua traktir!!" Ucap tari yang baru saja cair uang bulanan dari orang tuanya.
"Yes, benaran,
ya." Jawab Risma dengan senang.
"O… oke." Ucap Sisil yang
berusaha tidak memikirkan hal tersebut.
"Nah, gitu, dong, senyum." ucap Tari.
Semenjak cintanya ditolak,
Sisil pun mulai memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, serta belajar dengan
giat agar mimpinya tercapai, Sisil pun sadar kalo dirinya memang belum pantas pacaran karena ia harus fokus dulu
untuk masa depannya.
"Nice try dikit enggak berpengaruh,
Sil." Gumam Sisil yang sedang mengaca di depan cerminnya.
Prinsip seorang Sisil
sekarang:
'Kita usahakan, yang
mengusahakan kita' -anti NT

Komentar
Posting Komentar