FASE DI DI SEKOLAH SEGERA SELESAI: SISWA GELISAH MENENTUKAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI - Indra Rahayu
Anda yang entah seorang pendidik atau
orang tua yang memiliki seorang anak yang akan mengakhiri masa-masa sekolah,
sesekali tentu pernah mendengar keluhan tentang rasa gelisah yang dialami oleh
siswa. Suatu hal lumrah, jika seorang siswa merasa kebingungan ketika menerima
pertanyaan tentang dunia perguruan tinggi. Penyebab terjadinya kebingungan dan
kegelisahan tersebut bertolak pada faktor internal dan faktor eksternal.
Mengambil sebuah keputusan dalam menentukan perguruan tinggi mana yang akan dipilih sangatlah krusial. Kemungkinan yang terjadi ketika seorang siswa kurang tepat dalam menentukan jurusan atau program studi di perguruan tinggi adalalah ketidakmampuan mengikuti proses pembelajaran, sebab kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan yang sedang dipelajari, pun merasa salah memilih jurusan sehingga putus di tengah jalan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Diakses dari www.detik.com
(2022, Oktober 19) jurusan yang tepat akan membawa mahasiswa mencapai prestasi
terbaik hingga akhirnya lulus dan siap mengerjakan karier impian. Namun berdasarkan
data yang disebutkan oleh Educational Psychologist dari Integrity Development
Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., CGA., terdapat 87% mahasiswa Indonesia
salah memilih jurusan.
Berdasar pada pernyataan tersebut, memilih jurusan yang tepat
akan membantu siswa mewujudkan impiannya. Namun, bisa jadi sebaliknya, jika
siswa keliru dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan kompetensi yang
dimiliki. Maka dari itu, diperlukan identifikasi bakat atau kompetensi yang
dimiliki oleh siswa semasa sekolah.
Penyebab terjadinya kegelisahan yang dirasakan oleh seorang pelajar, ini tragedi yang lumrah. Mereka akan terjun di dunia karier, sebisa mungkin menghindari segala kegagalan yang akan terjadi. Alih-alih mempersiapkan diri, sebagian pelajar terperangkap dalam ketakutan. Kemungkinan kegagalan dapat diantisipasi sedini mungkin. Konteks pada pembahasan kali ini, ditujukan bagi pelajar yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Pentingnya memberi arahan pada siswa
Peran seorang pendidik diperlukan dalam proses identifikasi kemampuan atau bakat siswa. Kebanyakan peserta didik abai dalam hal ini. Maka dari itu, seorang pendidik mesti berupaya untuk menggugah kesadaran siswa dalam menentukan bakat atau kemampuan yang menunjang, khususnya dalam menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi. Justifikasi dan kesan mendikte tidak akan terjadi, jika tahap menggugah kesadaran ini dilakukan jauh-jauh hari, semisal ketika siswa berada di kelas 10. Siswa kelas 12 dan para pendidik biasanya memulai interaksi terkait penentuan langkah yang akan diambil setelah lulus, berlangsung di detik-detik akhir. Tentu, kemunculan hasil konsultasi yang tidak memuaskan kemungkinan besar akan terjadi.
Menentukan jurusan di perguruan tinggi, dapat dilakukan dengan dua cara berikut.
Pilihlah jurusan yang sesuai dengan bakat atau kemampuan
Cara ini akan efektif apabila siswa sudah memahami dirinya sendiri, dan mengetahui kemampuan yang ada dalam dirinya. Namun, seringkali kita mendapati siswa yang belum mengetahui bakat yang dimiliki. Banyaknya aktivitas dan ketidakmampuan dalam menentukan prioritas, menjadi cikal bakal terjadinya masalah ini. Melakukan banyak aktivitas bukanlah sebuah kesalahan, tetapi konstentrasi dan menempatkan porsi yang lebih pada salah satunya, dapat membantu dalam menentukan bakat.
(Hani Imami, M. F, dkk, 2024.) menyatakan
salah satu cara menganalisa minat dan bakat anak yakni dengan menggunakan sebuah
tes yang disebut psikotes minat bakat yang umumnya menghabiskan waktu 3-4 jam.
Tujuan orang tua atau lembaga pendidikan melakukan tes minat-bakat adalah untuk
dapat melakukan diagnosa dan prediksi pada anak, sehingga dapat membantu
menganalisis permasalahan yang dihadapi di masa dini secara lebih cermat.
Setidaknya, jika memilih jurusan sesuai dengan kemampuan, dapat meminimalisasi kesulitan dalam proses pembelajaran. Kegemeran pada suatu bidang menjadi motivasi yang mampu mencegah terjadinya kelalaian selama berkuliah.
Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan
Maksud dari kebutuhan masa depan adalah langkah relaistis yang bertolak pada sebuah keadaan, misalnya fenomena industri dan tren mata pencaharian yang muncul pada suatu masa. Mengingat pada masa sekarang, beberapa profesi mengalami degradasi. Bahkan, diakses dari www.beritausaha.com (Zakwani G, 2022, Agustus 26) menyatakan beberapa profesi yang hilang di masa depan sebagai berikut.
1.
Teller Bank
2.
Customer Service
3.
Pekerja Pos
4.
Agen Travel
5.
Petugas Tiket
6.
Tenaga Farmasi
7.
Tenaga Perakitan
Betolak pada fenomena tersebut, maka diperlukan sikap adaptif. Terutama, kebanyakan profesi yang hadir saat ini berkorelasi dengan dunia digital.
Orientasi pada kebutuhan masa depan, mampu mendorong adanya upaya untuk mempelajari dan mencaritahu bidang yang akan dituju. Berbeda dengan kegemaran yang timbul karena adanya bakat. Pada cara ini, tantangan akan lebih terasa. Berbekal pemahaman dasar dari sekolah itu sangat membantu. Namun, belum tentu semuanya menjadi mudah. Kesulitan itu dapat diatasi. Seraya berproses kerangka kemampuan dalam diri akan terbentuk. Adaptasi diperlukan pada cara ini.
Rasa gelisah dapat ditanggulangi, jika sejak awal sudah mempersiapkan tujuan yang akan dicapai. Kesalahan dalam menentukan jurusan akan berakibat fatal.
Daftar Pustaka
Hani, Imami, M.F, dkk. 2024. Sistem Identifikasi Minat dan Bakat Berbasis Multiple Inttelegence dan Simple Additive Weighting. 6, (1), 1-2.
Beritausaha.com. 26 Agustus 2022. 7 Profesi yang hilang di Masa Depan, Siap Ganti Pekerjaan. Diakses pada 23 Agustus 2024, dari https://beritausaha.com/bisnis-ecommerce/profesi-yang-hilang-di-masa-depan/
Detik.com. 19 Oktober 2022. Duh! 87% Mahasiswa RI Salah Pilih Jurusan Ini Cara Atasinnya. Diakses pada 23 Agustus 2024, dari https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-6356437/duh-87-mahasiswa-ri-salah-pilih-jurusan-ini-cara-atasinya

Komentar
Posting Komentar