Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Analisis Surat Lamaran Kerja

 

NICE TRY - Naysila

    "Hai , guys , kenalin nama gua Sisil Villicia Sagara biasa dipanggil S isil, gua duduk di bangku kelas tiga SMA Pratama internasional S chool, anjay banget , kan? Ya , sekolah gua itu n egeri, bukan karena gua pintar , tapi karena orang tua gua maksa banget samp ai- samp ai mereka mengeluarkan uang banyak biar gua bisa masuk ke sekolah itu, gila banget , ya!" Ucap Sisil yang sedang merekam video random ala-ala vloger.   Saat Sisil sedang membuat video random , tiba-tiba ada teman Sisil yang bernama Risma menepuk pundak Sisil yang mengisyaratkan sesuatu.   "Sil , sumpah , S il," ucap Risma yang menepuk pundak Sisil.   "Ih , apa si h, Ma , gue lagi bikin video!" Jawab Sisil dengan kesal.   "Lo liat dulu buruan itu ada si A a baru datang!" Ucap Risma.   Ya , ternyata yang datang adalah crush Sisil yang bernama Artan B imantara atau A a (nama panggilan spesial dari Sisil). Sisil yang sedang fokus vlog pun ...

DIKOTOMI FIKSI DAN NON FIKSI - Indra Rahayu

Istilah fiksi dan non fiksi sering kita dengan, keduanya adalah kategori atau jenis dari sebuah karya tulis. Ditilik dari hasil tulisannya, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Kemudian, bagaimana cara membedakan fiksi dan non fiksi? Perbedaan itu terletak pada keterlibatan imajinasi seorang penulis. Maka dari itu, tulisan fiksi akan cenderung pada imajiner. Sedangkan, tulisan non fiksi menghilangkan porsi khayalan dan lebih terfokus menyajikan informasi yang sebenarnya.   Bertolak dari karakteristiknya yang imajiner, beberapa orang menganggap tulisan fiksi bukan karya serius. Adakalanya dipandang sebelah mata, dianggap hanya karangan belaka. Lain dengan karya tulis ilmiah, sudah pasti orang-orang beranggapan lebih berbobot dari karya tulis fiksi.   Dikotomi tidak hanya terjadi pada sumber bacaan, bahkan berdampak pada pembacanya. Pembaca buku-buku "berat" dilabeli lebih pintar daripada yang membaca karangan fiksi. Lawan bicara menurunkan antusiasmenya ketika me...

FASE DI DI SEKOLAH SEGERA SELESAI: SISWA GELISAH MENENTUKAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI - Indra Rahayu

  Anda yang entah seorang pendidik atau orang tua yang memiliki seorang anak yang akan mengakhiri masa-masa sekolah, sesekali tentu pernah mendengar keluhan tentang rasa gelisah yang dialami oleh siswa. Suatu hal lumrah, jika seorang siswa merasa kebingungan ketika menerima pertanyaan tentang dunia perguruan tinggi. Penyebab terjadinya kebingungan dan kegelisahan tersebut bertolak pada faktor internal dan faktor eksternal. Mengambil sebuah keputusan dalam menentukan perguruan tinggi mana yang akan dipilih sangatlah krusial. Kemungkinan yang terjadi ketika seorang siswa kurang tepat dalam menentukan jurusan atau program studi di perguruan tinggi adalalah ketidakmampuan mengikuti proses pembelajaran, sebab kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan yang sedang dipelajari, pun merasa salah memilih jurusan sehingga putus di tengah jalan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.     Diakses dari www.detik.com (2022, Oktober 19) jurusan yang tepat akan membawa m...

Senja Semerah Saga - Widi Hasan

Senja sunyi Masih sendiri Rindu yang mengunci Hati yang merintih   Kala yang bergulir Enggan menyingkir Tuk sekedar merepih Rasa yang tak terkikis   Dan aku masih di sini Dengan rindu tak bertepi Dan perih terperi Di senja Semerah saga lirih

Hama Kota - Indra Rahayu

Bunyi kelakson merangsak ke telinga setiap orang di dekat APIL. Mereka resah, hitungan waktu lampu hijau segera usai. Kebiasaan yang dialami oleh mereka, orangtua yang mengantar anaknya sekolah, remaja harapan keluarga, hingga para pejabat. Ibu jari pengendara mulai gatal kebelet memencet tombol klakson, mengingat hitungan waktu lampu merah cukup lama. 720 detik tidak mau mereka sia-siakan. Setiap orang yang menunggu memajang dahi tampak mengerenyit, senyuman manis hanya dilontarkan oleh wajah-wajah di baliho yang berderet di bahu jalan, walaupun mereka sama-sama bertempur, mengejar apa yang diinginkan.   Bagaimana jika orang biasa sepertiku memajang foto wajah, seperti orang-orang di baliho. Menempelnya di setiap dinding, tiang listrik, bahkan di tempat ibadah. Mungkin perkara mudah untuk sekadar mencetak banyak selebaran. Namun, apakah aku harus memasangnya sendiri?    - Suatu akhir pekan, aku berada di suasana seperti biasanya. Berkumpul dengan kerabat di salah...

Pembentukan Karakter Plus dalam Pendidikan Di Madrasah - Indra Rahayu

Hadirnya sekolah-sekolah yang berbasis keagamaan atau yang biasa dikenal masyarakat awam sebagai madrasah (RA, MI, MTs, MA) tanpa mendiskreditkan lembaga pendidikan lain, madrasah dapat menjadi alternatif upaya pembentukan karakter peserta didik yang sangat efektif, dibantu dengan inklusifitas mata pelajaran keagamaan seperti aqidah akhlak, fikih, dsb. Di era globalisasi saat ini berpengaruh pada intensitas masyarakat, terutama remaja dalam menggunakan internet di kehidupan sehari-hari. Setiap orang akan sangat mudah mendapatkan informasi dan mendapatkan akses ke semua fitur yang tersedia. Apa yang ada di dunia digital tentu tidak semua berdampak positif bagi masyarakat khususnya kalangan peserta didik. Mata pelajaran keagamaan yang diterapkan pada peserta didik mampu menjadi sarana untuk memandu dan mengorganisir suatu tindakan yang dilakukan oleh peserta didik, dan akan membentuk karakter religius para peserta didik. Karakter religius ini sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam ...